Skip to main content
Jellykom Blog

follow us

Menghitung Susunan Koneksi Seri dan Paralel Baerai LiFePo4 dengan Benar


Halo sobat jellykom.com kali ini kita akan masuk ke bahasan mengenai koneksi yang umum digunakan pada dunia perbateraian, termasuk koneksi pada baterai LiFePo4. Nah, dalam dunia perbateraian ada dua jenis koneksi untuk menghbungkan antar baterai, yaitu koneksi secara seri dan paralel. Baterai dapat digunakan secara seri dan atau paralel untuk mencapai tegangan dan atau kapasitas operasi yang lebih tinggi untuk mencapai persyaratan yang diinginkan untuk aplikasi tertentu.

Koneksi Seri:

Menghubungkan Sel secara seri yaitu menyusun baterai dengan cara menghubungkan kutub positif (+) baterai A ke kutub negatif (-) baterai B, kemudian menggunakan kutub positif (+) batertai B dan kutub negatif (-) baterai A sebagai koneksi finalnya. Menghubungkan baterai secara seri akan menambah voltase kedua baterai, tetapi tetap mempertahankan ampere yang sama (juga dikenal sebagai Amp-Hours/AH).


Contoh: Menghubungkan dua sel 3.2V / 6000mAh secara seri akan menghasilkan 6.4V, tetapi kapasitas totalnya tetap sama ( 6000mAh ).

Koneksi Paralel:

Menghubungkan Sel secara paralel yaitu menyusun baterai dengan menghubungkan kutub negatif (-) baterai A ke baterai B, begitupula kutub positif baterai A ke baterai B. Menghubungkan baterai secara paralel akan meningkatkan jumlah Ampere (Amp-Hours/AH), tetapi voltasenya akan tetap sama. Pada akhirnya, sobat akan membuat satu kesatuan sel dengan kapasitas ampere yang lebih tinggi.


Contoh: Menghubungkan dua sel 3.2V / 6000mAh secara paralel akan menghasilkan 3.2V, tetapi kapasitas total akan ditingkatkan menjadi 12000mAh.

Menghitung Perkiraan Jumlah Sel yang Diperlukan

Untuk membuat paket baterai alias baterai pack, sobat harus terlebih dahulu menentukan tegangan nominal dan kapasitas paket yang akan dibuat. Entah itu dalam hal Volt, mAh/ Ah, atau Wh. sobat harus menghubungkan sel secara paralel untuk mencapai kapasitas yang diinginkan (mAh) dan menghubungkan kelompok paralel tersebut secara seri untuk mencapai tegangan nominal (Volt).

Untuk proyek ini, sebagai contoh kita akan membat sebuah Paket Baterai 12,8 V dan 42Ah

Spesifikasi baterai 32650/32700 tiap selnya: 3.2V/6000 mAh

Menghitung Ampere (mAh):
Kapasitas yang diinginkan dari paket baterai = 42AH atau 42000 mAh.

Kapasitas setiap sel = 6000 mAh

Jumlah sel yang diperlukan untuk koneksi paralel = 42000 / 6000 = 7P

Umumnya sel paralel disingkat dengan istilah 'P', jadi paket ini akan dikenal sebagai "paket 7P". Ketika 7 sel disambungkan secara paralel, akhirnya sobat membuat satu sel dengan kapasitas lebih tinggi (yaitu 3.2V, 42000 mAh )


Menghitung Voltage(Volt):
Tegangan nominal yang diinginkan dari baterai adalah 12.8V.

Tegangan nominal tiap sel = 3,2 V
Jumlah sel yang diperlukan untuk koneksi seri = 12,8 / 3,2 = 4S

Biasanya sel-sel dalam seri disingkat dalam istilah 'S', jadi paket ini akan dikenal sebagai "paket 4S".

Jadi kita harus menghubungkan 4 grup paralel (7 sel di setiap grup) secara seri untuk membuat baterai.

Konfigurasi paket akhir ditetapkan sebagai "paket 4S7P" dengan spesifikasi akhir 12.8V,42AH.


Hal Penting Sebelum Membuat Susunan Seri/Paralel pada Baterai Pack

Sebelum menghubungkan sel secara paralel, yang pertama sobat lakukan adalah memeriksa voltase sel baterai secara individual atau satu persatu menggunakan avometer/voltmeter. Sangat penting untuk menggunakan model baterai yang sama dengan voltase yang sama dan jangan pernah mencampur baterai dengan usia yang berbeda karena biasanya kesehatan baterainya sudah berbeda. Untuk memparalelkan sel, tegangan setiap sel harus berdekatan satu sama lain, jika tidak, sejumlah besar arus akan mengalir dari sel dengan tegangan lebih tinggi ke sel dengan tegangan lebih rendah. Hal ini dapat merusak sel dan bahkan mengakibatkan kebakaran jika diterapkan pada baterai lithium-ion.

Jika sobat menggunakan sel batre baru, tegangan sel biasanya mendekati 3,1 V hingga 3,2 V, sobat dapat menggabungkannya tanpa terlalu khawatir. Tetapi jika voltase sel batre memiliki voltase yg berbeda, maka sobat harus mengisi sel ke level voltase yang sama dengan menggunakan charger terlebih dahulu.


NOTE!: Dalam koneksi seri/paralel, sel batrai yang lemah dapat menyebabkan tekanan pada sel sehat/normal lainnya dalam baterai. Sel dalam multi-pack harus dicocokkan, terutama saat terkena arus pengisian (chargibg) dan pengosongan (discharging) yang tinggi.

Sel yang lebih lemah dalam sel yang terhubung seri akan menyebabkan ketidakseimbangan. Ini sangat penting dalam konfigurasi seri karena baterai hanya sekuat sel terlemah. Sel yang lemah mungkin tidak langsung rusak, tetapi mungkin terkuras lebih cepat daripada sel yang kuat saat discharging. Saat diisi daya, sel yang lemah dapat terisi sebelum sel yang sehat dan diisi secara berlebihan. Untuk itu, selalu lakukan pengecekan sebelum membuat baterai pack agar baterai sobat lebih awet dan powerfull.

You Might Also Like:

Newest PostNewest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar